Sebelumnya kalian tau tidak mengenai penyakit disleksia?
Jika Belum yuk kita sama-sama mengenal apa sih itu Disleksia
Menurut halodoc, Disleksia merupakan kesulitan belajar yang menyebabkan masalah dengan membaca, menulis, dan mengeja. Gangguan belajar ini masuk ke dalam gangguan saraf pada bagian batang otak. Bagian otak inilah yang memproses bahasa. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh anak-anak, tapi juga orang dewasa dan merupakan masalah seumur hidup. Disleksia yang terjadi seumur hidup bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pengidapnya setiap hari. Kabar baiknya, banyak dukungan yang bisa didapatkan untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, agar mereka tetap berhasil di sekolah dan pekerjaan. Pengidap disleksia memiliki kecerdasan yang normal dan biasanya memiliki penglihatan yang normal juga. Sebagian besar anak disleksia dapat berhasil di sekolah dengan bimbingan belajar atau program pendidikan khusus. Dukungan emosional dari orang-orang terdekat juga berperan penting.
Sebagian besar kasus disleksia pada anak terjadi karena sifat bawaan atau genetik. Jadi, orangtua yang mengidap disleksia memiliki risiko lebih besar untuk menurunkan gangguan kesehatan ini pada sang anak. Namun, perlu diingat bahwa disleksia bukanlah penyakit yang mengarah pada keterbelakangan mental, melainkan salah satu bentuk kesulitan belajar yang dialami anak. Sayangnya, kondisi ini sering tidak teridentifikasi hingga anak bertumbuh remaja. Tidak salah, karena disleksia memang sangat sulit dikenali sebelum anak memasuki bangku sekolah.
Faktor Disleksia
Beberapa faktor risiko disleksia, antara lain:
- Memiliki anggota keluarga dengan penyakit gangguan belajar.
- Bayi lahir prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.
- Bayi yang lahir dari ibu pengguna obat-obatan, alkohol, perokok, atau pernah mengalami infeksi yang mempengaruhi perkembangan otak janin.
- Memiliki kelainan pada struktur otak yang berperan dalam proses berpikir dan mengolah kata.
Gejala-gejala jika anak mengidap Disleksia
Orang tua dapat melihat gejala yang ditimbulkan oleh disleksia sebelum menginjak bangku sekolah diantaranya sebagai berikut:
- Anak menjadi lebih lambat bicara karena kesulitan mengenali kata-kata.
- Anak mengalami kesulitan mengucap kata yang panjang karena memiliki perbendaharaan kata yang terbatas.
- Mengalami kelambatan ketika mempelajari kata-kata baru.
- Mengalami hambatan ketika membentuk kata.
- Mengalami kesulitan mempelajari abjad.
- Kesulitan mengingat atau menyebutkan nama huruf, warna, bentuk, dan angka.
Saat sudah menginjak bangku sekolah maka gejala akan semakin terhilat, diantaranya :
- Mengalami kesulitan mengeja huruf dengan baik dan benar.
- Mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis dengan tangan.
- Mengalami hambatan ketika menelaah dan memahami apa yang didengarnya.
- Mengalami kesulitan untuk menemukan jawaban yang tepat ketika ditanya.
- Kesulitan mengingat urutan abjad maupun angka.
- Kesulitan menemukan persamaan dan perbedaan kata atau huruf.
- Kesulitan mengucapkan kata baru yang baru didengarnya.
- Lebih lambat dalam menyelesaikan tugas membaca maupun menulis.
- Tidak suka aktivitas membaca.
Sumber
https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-berbagai-gejala-disleksia-pada-anak
https://www.halodoc.com/kesehatan/disleksia




